Selasa, 10 November 2009

Menjawab Pertanyaan Wawancara : Ceritakan tentang diri Anda.

Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan dalam wawancara. Gunakan kesempatan ini untuk membuka wawasan si pewancara terhadap diri Anda, dengan memberi informasi lebih daripada apa yang ia temukan di daftar riwayat hidup Anda. Jika Anda merasa tegang atau malu, cobalah berfokus pada apa yang ingin Anda bicarakan dengan si pewawancara.

Anda harus menyiapkan jawabannya dengan singkat tapi hati-hati jangan terkesan bahwa hal ini telah dilatih sebelumnya. Batasi jawaban Anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan kecuali jika diminta lebih dari itu. Bicarakan tentang hal-hal yang telah Anda lakukan dan tugas-tugas yang telah Anda emban yang berhubungan dengan posisi pekerjaan yang Anda incar. Jelaskan apa yang telah Anda persiapkan sehingga Anda lah yang merupakan kandidat terbaik untuk posisi tersebut. Mulailah dengan hal-hal yang terdahulu, maju ke hal-hal terkini menyangkut situasi Anda. Selalu gunakan contoh-contoh untuk menunjang penjelasan Anda.

Anda dapat memulai pembicaraan dengan kilasan singkat tentang pendidikan dan pengalaman kerja Anda. Misalnya, "Setelah saya lulus dari Jurusan Manajemen Informatika di Bina Sarana Informatika, saya memulai karir dengan bekerja untuk perusahaan travel biro di Bogor sebagai Manajer IT selama 2 tahun, kemudian 5 tahun berikutnya saya bekerja di untuk sebuah konsultan asing di Jakarta dalam posisi sebagai Manajer Pengembangan Usaha."

Anda dapat melanjutkan dengan, "Maka sebagai hasil dari pengalaman kerja selama ini, saya percaya bahwa kekuatan saya terletak pada ... " (Anda sebutkan sejumlah skill khusus yang Anda miliki yang berkaitan dengan posisi kerja yang Anda lamar, dan skill tersebut kemungkinan tak dimiliki oleh pelamar lain yang merupakan kompetitor Anda). Jika Anda memasuki bidang kerja baru yang tidak atau kurang memiliki kaitan dengan pengalaman kerja sebelumnya, maka Anda perlu menambahkan keterangan pada penjelasan Anda dengan, "... saya memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan daya belajar tinggi, sehingga saya yakin dalam waktu singkat dapat memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan Anda."

Anda dapat menutup penjelasan awal Anda dengan pertanyaan, "Hal apa yang bagi Bapak/Ibu penting untuk kita diskusikan lebih dulu?". Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Anda dapat mengendalikan percakapan dan memiliki kualitas kepemimpinan (yang disukai oleh para bos), sekaligus memberi kesempatan kepada pewawancara untuk beralih ke pertanyaan selanjutnya.
Mengantisipasi pertanyaan selanjutnya tentang skill yang telah Anda uraikan, Anda harus sudah bersiap dengan jawaban yang lengkap dan spesifik tentang setiap skill yang telah disebutkan. Jelaskan hanya apabila Anda diminta penjelasan lebih jauh tentangnya.

Maka contoh lanjutan penjelasan Anda, misalnya :
"... sebagai hasil dari pengalaman kerja saya tersebut, saya yakin bahwa saya memiliki potensi keunggulan skill di bidang perbaikan proses manajemen, pemecahan masalah yang kreatif dan daya persuasi antar pribadi. Saya juga memiliki kemampuan adaptasi dan daya belajar yang baik, sehingga saya yakin dalam waktu singkat dapat memberi kontribusi nyata bagi perusahaan. Jadi, apa yang mesti kita bicarakan lebih dulu?"

Komunikasi seperti di atas akan disambut baik oleh pewawancara karena membantu memberikan arah bagi percakapan selanjutnya dengan lebih leluasa dan personal. Untuk diingat bahwa pewawancara pasti telah menyiapkan sederetan pertanyaan baku bagi calon tenaga kerja yang akan diwawancarai, namun dengan cara seperti di atas, percakapan akan lebih alami dan pribadi, yaitu berfokus pada diri Anda. Yang lebih penting lagi ialah bahwa Anda lah yang telah menciptakan percakapan tersebut, bahwa Anda dan pewawacara tidak terlibat dalam kegiatan tanya-jawab yang kaku. Sementara kita semua tahu bahwa wawancara yang berhasil ialah ketika kedua pihak yang terlibat merasa santai dan menjalani percakapan dua arah yang produktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar